Notification

×

Kode Iklan Disini

Kode Iklan Disini

Dugaan Penyelewengan Pupuk Subsidi Di Durin Tonggal,Dinas Pertanian Pemkab Deli Serdang Gelar Rapat Bersama Di Durin Tonggal,Hasilnya Nihil!

Selasa, 03 Februari 2026 | Februari 03, 2026 WIB Last Updated 2026-02-03T09:02:34Z
Keterangan Foto; Dinas Pertanian Pemkab Deli Serdang menggelar Rapat terkait dugaan penyelewengan Pupuk Subsidi di Desa Durin Tonggal,Kecamatan Lancur Batu,Kabupaten Deli serdang Sumut.Selasa(3/3/26) pagi.



Deli Serdang] Menyikapi kelangkaan dan dugaan penyelewengan Pupuk bersubsi oleh Kios Pupuk PIMART di Desa Durin Tonggal,Kecamatan Pancur Batu,Kabupaten Deli serdang Sumatera utara,Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Deli serdang melalui Dinas Pertanian langsung menggelar rapat bersama Masyarakat Desa Durin Tonggal,senin(3/2/26) pagi.


Rapat bersama Kelompok Tani masyarakat Desa Durin tonggal itu dihadiri langsung oleh perwakilan dari Dinas Pertanian Syahruddin yakni Fungsional Dinas Pertanian Syahruddin dan Kepala KUPT Dinas Pertanian Kecamatan Pancur Batu,Dinas Pertanian Kabupaten Deli serdang Rosleni bersama Kepala Desa Durin Tonggal Jakup Sembiring dan Sekertaris Desa Altanta Tarigan SH bersama sejumlah Kelompok Tani Desa Durin Tonggal.


Dalam rapat tersebut,sejumlah petani mengutarakan pupuk yang seharusnya menjadi jatah petani secara tiba-tiba berkurang bahkan hilang saat hendak di beli di Kios PIMART Desa Durin Tonggal.


"Kami datang ke kios yang awalnya jatah saya sekian jadi berkurang,pas mau saya tebus pun dah ngak ada lagi",Keluh Iwan salah seorang masyarakat Dusun II,Desa Durin Tonggal,Kecamatan Pancur Batu.



Kepada Masyarakat Fungsional Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang Syahruddin bahkan menyebut ketersediaan pupuk untuk Kecamatan Pancur Batu terbilang sangat cukup.


"Pupuk untuk Kecamatan Pancur batu ini disediakan 12.000 ton",Beber Syahruddin.


Sharuddin tak menampik  jika berlarut-larut,Tim KPPP dengan unsur Aparat Penegak Hukum(APH) dengan unsur Kepolisian dan Kejaksaan.


"Kalau ini nanti ditidak selesai masalah ini akan sampai ke KPPP",Tegas Syahruddin.



Namun sayang,Rapat yang digelar sejak pukul 10 pagi hingga pukul 13.00 wib  tersebut tidak membuahkan hasil.


Tak puas dengan hasil rapat,Warga yang tergabung dalam kelompok tani tersebut pun mendesak untuk dilakukannya audit atau pemeriksaan terhadap penyaluran atau Alokasi pupuk dari Kios PIMART yang dianggap tidak transparan.dan mengaku akan membuat pengaduan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Polda Sumatera Utara.


Turut hadir dalam rapat,Kepala Desa Durin Tonggal Jakup Sembiring,dan Sekertaris Desa Durin Tonggal Altanta Tarigan SH bersama puluhan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani.(Tim)