Keterangan Foto; Alm.Waldi(Kiri) saat menunjukkan Anak perempuan dan cucunya tertahan Di Selangor Hospital Malaysia,dan Mantan Camat Delitua Wakil Karo-Karo,Kepala Desa Mekar sari Delitua saat menjemput Nurul dan bayi di Bandara Kualanamo Deli serdang,Sumut.
Deli Serdang] Masih segar di ingatan Samuel Hutasoit SH,salah seorang Jurnalis Narasisumut.com yang berjibaku demi membantu kepulangan seorang TKW asal Delitua,Deli serdang beserta suami dan Bayi yang tertahan diruang Inkubator Rumah Sakit Selangor Malaysia karena tak mampu membayar biaya bersalin dan pengobatan bayi.
Ya,Pasangan itu adalah Khairul Akbar (25) dan Nurul Halizah (19), warga asal Jalan Satria, Dusun 2, Desa Mekar Sari, Kecamatan Delitua.
Kisah itu muncul saat Samuel Hutasoit,Jurnalis Narasisumut.com yang diketahui dekat dengan berbagai kalangan Masyarakat Delitua itu singgah disebuah warung kopi dikawasan Kolam Pancing di Jalan Utama 2 Ujung,Desa Mekar Sari,Kecamatan Delitua.
Di warung tersebut Samuel melihat sosok kakek tua yang duduk melamun meski hari masih siang terik.
"Waktu itu saya singgah,lihat orang mancing,disitu lah lihat Pak Suwaldi,sekarang dah Almarhum,beliau Bapak dari TKW ini,saya tanya ke beliau,Bapak kenapa? Mikirin apa,kok melamun aja? Beliau jawab Anak saya tertahan di Rumah sakit ini ngak bisa bayar,saya pikir di Rumah sakit Medan sini,kayak Rs Pirngadi atau Adam Malik,rupanya Selangor Malasia,kaget lah saya,apalagi biayanya 80 Ribu ringgit malaysia,itu setara dengan 300 Juta,Begitu lah pengakuan beliau ke saya",Ujar Samuel saat diwawancarai sesama rekannya jurnalis di Narasisumut.com
Saat ditanya Samuel,Kakek Suwaldi mengakui bahwa keadaan itu telah ia beritahukan ke Kepala Desanya Juliadi,namun Pihak pemerintah Desa hanya melakukan pengumpulan sumbangan yang dianggap tidak memiliki arti besar.
"Ya saat itu saya memang juga langsung telepon Kades,tapi Kades bilang Pemdes dah tau,ni lagi dikutip sumbangan,yang dapat waktu itu saya ingat hanya 300 ribu padahal sudah dikutip beberapa hari,di satu sisi Biaya Ruang Inkubator Di selangor berjalan terus kan?" Terang Samuel.
Merasa tidak puas,Samuel Jurnalis Narasisumut.com pun kemudian mendatangi Camat Delitua saat itu Wakil Karo-Karo dan memberitahukan persoalan yang di maksud kepada Camat,namun meski sudah diberitahukan,Samuel pun merasa tidak ada langkah cepat yang dilakukan oleh Pihak Kecamatan.
"Ya saya Lihat Di Pemerintah Desa juga lambat,di Pemerintah Kecamatan juga Slow respon,ya akhirnya saya coba Email Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Malaysia dan langsung saya Up ke Media dan saat itu berita itu meledak dan beberapa Media Nasional juga turun ke rumah Almarhum Suwaldi" Tambah Samuel.
Setelah menjadi sorotan media-media Nasional,samuel kemudian intens berkomunikasi dengan Nurul hingga pihak Rumah sakit Selangor Malaysia menelepon Samuel dan meminta agar Rumah sakit milik Kerajaan Malaysia itu tidak dimuat dalam pemberitaan.
"Orang rumah sakit malaysia itu nelepon saya,Rumah sakit Malaysia tak ade lah tahan-tahan Bayi Indonesia",Ujar Samuel menirukan ucapan Staf Rumah sakit Serdang Selangor Malaysia tersebut.
Namun untuk itu, biaya perawatan putra pertama dari pasangan yang berstatus Tenaga Kerja Indonesia tentunya tak sedikit. Saat itu biaya perobatan yang ditagih pihak rumah sakit seperti dituturkan Nurul sudah mencapai hampir 80 Ribu ringgit atau setara dengan Rp300 juta rupiah.
“Saya mohon Bapak Presiden Joko Widodo untuk membantu saya dan anak saya di sini. Anak saya sudah 5 bulan berada di Hospital Serdang selangor Malaysia dan memiliki [tagihan] pembayaran yang cukup banyak,” kata Nurul dalam satu video yang direkam temannya, Selasa (23/7/2019) lalu.
Nurul Halizah dan Khairul Akbar merupakan TKI asal Sumatera Utara dan memutuskan untuk menikah siri di Malaysia pada Februari 2018 silam. Pasca menikah, Nurul yang masih bekerja di sebuah rumah makan di sekitar tempat tinggal mereka di Selangor kemudian hamil.
Pada usia kandungan 6 bulan, Khairul dan Nurul kemudian memutuskan untuk pulang ke Indonesia karena berencana untuk melahirnya jabang bayi itu di kampung halamannya di Delitua,Deli serdang.
Namun dalam perjalanan menuju Bandara, Nurul tiba-tiba mengalami pendarahan dan terpaksa dilarikan ke sebuah klinik di Selangor, Malaysia. Oleh pihak klinik, Nurul kemudian dirujuk ke Serdang Hospital di Jalan Puchong, 43000 Kajang, Selangor, Malaysia, pada 14 Februari 2019 lalu.
Nurul pun kemudian melahirkan bayinya secara prematur di rumah sakit tersebut. Tapi, karena lahir prematur, bayi itu mengalami beberapa gangguan kesehatan di bagian kelamin dan jantung, hingga harus tetap dirawat di sana.
Nurul mengatakan, untuk biaya pengobatan dan rawat inap bayinya itu sudah mencapai hampir Rp300 juta.Ayah kandung Nurul, Suwaldi ketika ditemui di kediamannya di Jalan Satria Delitua,hanya dapat meneteskan air mata ketika menceritakan nasib anak ketiga serta cucunya tersebut.
Berita tertahannya Nurul beserta Bayi di Rumah Sakit Serdang Selangor Malaysia itu pun kemudian sampai ke Bupati Deli serdang saat itu H Ashari Tambunan.
Bupati Deli serdang pun langsung mengelar rapat tertutup dengan beberapa kepala Dinas,seperti Kadis Tenaga Kerja,Kadis Kesehatan dan Kadis Sosial dimana Bupati Deli serdang memutuskan untuk menanggung seluruh biaya rumah sakit Nurul beserta Bayi.
Setelah tuntas,Nurul beserta suami dan Bayinya pun akhirnya kembali ke Tanah air dan tiba di Bandara Udara Kualanamo Airport dan langsung di jemput oleh beberapa Kepala Dinas,termasuk Camat Delitua saat itu Wakil Karo-Karo,juga Kepala Desa Mekar sari Delitua Juliadi.
Kini Bayi Muhamad Febri Pratama itu telah tumbuh besar menjadi anak sekolah Dasar yang sudah berusia 8 Tahun.Ia dibesarkan oleh kedua orang tuanya yang saat ini memilih berdagang kecil-kecilan dan enggan menjadi TKW ke Luar Negeri.
Samuel,Jurnalis Narasisumut.com kepada Redaksi media ini mengaku tidak pernah lagi bertemu dengan Nurul dan keluarganya.
"ya tugas saya sebagai Jurnalis sudah saya kerjakan waktu itu,semoga mereka sehat-sehat semuanya",Ujar Samuel.(Tim)