Keterangan Foto: Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Pancur Batu,Deli Serdang,Sumut.
Deli serdang] Sejumlah pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Pancur Batu,Deli serdang mengeluh.
Pasalnya,sejak Drg Dina Saraswati menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Pancurbatu, banyak kejanggalan terjadi.
Berbagai keluhan datang dari para pegawai yang dijelaskannya kepada wartawan Media ini.
Salah satunya terkait pemotongan uang jasa pelayanan yang tidak penuh diterima oleh para karyawan.Salah seorang pegawai Rumah Sakit Umum Pancurbatu kepada wartawan beberapa minggu yang lalu di Pancurbatu.
Pemotongan uang jasa pelayanan yang harus mereka terima beragam, ada yang dipotong Rp 200 ribu rupiah hingga Rp 400 ribu rupiah.
Pemotongan yang mereka rasakan saat menerima uang jasa pelayanan bulan Agustus, September dan Bulan Oktober Tahun 2025.
Pegawai yang tidak ingin namanya ditulis ini menjelaskan, pemotonga yang dilakukan menejemen tidak beralasan.Untuk itu kami berharap agar manejemen mengembalikan hak kami yang telah dipotong," ujarnya berharap.
Sumber juga menambahkan, pernah mereka mempertanyakan kepada menejemen, masalah pemotongan uang jasa pelayanan.Pihak menejemen mengatakan kalau pegawai baru dan pegawai yang sudah tidak bekerja juga mendapatkan uang jasa pelayanan.
Lanjut dikatakan sumber tadi lagi, penerimaan uang jasa pelayanan bulan Agustus, September diterima mereka, namun anehnya, untuk bulan oktober mereka terima seminggu kemudian," ujarnya kesal.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Pancurbatu Drg Dina Saraswati yang dikonfirmasi wartawan Rabu (25/3/2026) sore melalui pesan WhatsApp di Nomor +62 812-6407-xxx tidak berhasi.
Diduga Direktur yang baru menjabat beberapa bulan di Rumah Sakit Umum Pancurbatu ini diduga alergi dengan konfirmasi wartawan sehingga memblokir nomor kontak wartawan media ini.
Karena tidak mendapat jawaban dari Direktur Rumah Sakit Pancurbatu, wartawan media ini mencoba mengkonfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang Dr Tetti Rossanti Keliat MKM di nomor kontak +62 812-6043-9xxx Rabu (25/3/2026) sore.
Lagi-lagi wartawan media ini tidak mendapat jawaban, pesan WhatsApp yang dilayangkan wartawan tidak dibalas oleh mantan kepala Puskesmas Pancurbatu ini.
Sementara itu, Sekertaris Rumah Sakit Umum Pancurbatu V Kaban yang dikonfirmasi wartawan Rabu (25/3/2026) sore melalui pesan WhatsAppnya mengatakan kalau pemotongan uang Jasa Pelayanan yang dikatakan pegawai itu tidak benar, itu merupakan berita Hoax," ujarnya dengan nada kesal.
Dengan adanya isu pemotongan uang Jasa Pelayanan yang dirasakan para pegawai, warga berharap agar instansi terkait, Badan Pemeriksaan Keuangan serta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara memeriksa para petinggi yang ada dirumah Sakit Umum Pancurbatu," ujar Bapak yang paruh baya ini.(Tim)