Keterangan Foto;UD Pupuk Subsidi di Desa Durin Tonggal,Kecamatan Lancur Batu,Kabupaten Deli serdang Sumut Diduga Jual Pupuk Subsidi Ke Kabupaten Karo.Selasa(3/3/26) pagi.
Deli Serdang] Dirrektorat Kriminal Khusus(Dirkrimsus) Polda Sumut,hingga Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara didesak untuk segera melakukan penyelidikan terhadap salah satu Usaha Dagang penyedia Pupuk bersubsidi hingga Distributor PT PUPUK INDONESIA yang diduga kuat melakukan penyelewengan Pupuk bersubsidi.
Desakan itu muncul dari sejumlah Kelompok Tani di Desa Durin Tonggal,Kecamatan Pancur Batu,Deli serdang yang tak kunjung mendapatkan pupuk meski Pemerintah Kabupaten Deli serdang,melalui Dinas Pertanian memastikan pupuk yang disiapkan tersedia.
Tak hanya permasalahan kelangkaan Pupuk,beberapa masyarakat Desa Durin Tonggal,yang tergabung dalam Kelompok Tani mengaku terkejut saat ikut melakukan penimbangan berat pupuk yang ditemukan kurang setengah kilogram dari 1 karung Pupuk saat dilakukan penimbangan dengan disaksikan Kepala Desa Durin Tonggal Jakup sembiring di UD Pupuk Pimart.
"Tolong lah Pak Kapolda Sumut,agar UD Pupuk PIMART ini segera diperiksa,dan Pak Kajati Sumut,karena pengakuan pemilik UD,beliau ada memberikan juga ke Oknum Jaksa," Ketus Ginting salah seorang Petani Desa Durin Tonggal,Jumat(27/2/26) Siang.
Sebelumnya,Pemerintah Kabupaten Deli serdang melalui Dinas Pertanian sempat menggelar rapat bersama Masyarakat Desa yang tergabung dalam Kelompok Tani di Desa Durin Tonggal,senin(3/2/26) pagi terkait persoalan Hilangnya Jatah Pupuk milik Petani.
Rapat bersama Kelompok Tani masyarakat Desa Durin tonggal itu dihadiri langsung oleh perwakilan dari Dinas Pertanian Syahruddin yakni Fungsional Dinas Pertanian Syahruddin dan Kepala KUPT Dinas Pertanian Kecamatan Pancur Batu,Dinas Pertanian Kabupaten Deli serdang Rosleni bersama Kepala Desa Durin Tonggal Jakup Sembiring dan Sekertaris Desa Altanta Tarigan SH bersama sejumlah Kelompok Tani Desa Durin Tonggal.
Dalam rapat tersebut,sejumlah petani mengutarakan pupuk yang seharusnya menjadi jatah petani secara tiba-tiba berkurang bahkan hilang saat hendak di beli di Kios PIMART Desa Durin Tonggal.
"Kami datang ke kios yang awalnya jatah saya sekian jadi berkurang,pas mau saya tebus pun dah ngak ada lagi",Keluh Iwan salah seorang masyarakat Dusun II,Desa Durin Tonggal,Kecamatan Pancur Batu.
Kepada Masyarakat Fungsional Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang Syahruddin bahkan menyebut ketersediaan pupuk untuk Kecamatan Pancur Batu terbilang sangat cukup.
"Pupuk untuk Kecamatan Pancur batu ini disediakan 12.000 ton dan itu cukup!",Beber Syahruddin.
Sharuddin tak menampik jika berlarut-larut,Tim KPPP dengan unsur Aparat Penegak Hukum(APH) dengan unsur Kepolisian dan Kejaksaan.
"Kalau ini nanti ditidak selesai masalah ini akan sampai ke KPPP",Tegas Syahruddin.
Namun sayang,Rapat yang digelar sejak pukul 10 pagi hingga pukul 13.00 wib tersebut tidak membuahkan hasil.
Tak puas dengan hasil rapat,Warga yang tergabung dalam kelompok tani tersebut pun mendesak untuk dilakukannya audit atau pemeriksaan terhadap penyaluran atau Alokasi pupuk dari Kios PIMART yang dianggap tidak transparan.dan mengaku akan membuat pengaduan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Polda Sumatera Utara.
Turut hadir dalam rapat,Kepala Desa Durin Tonggal Jakup Sembiring,dan Sekertaris Desa Durin Tonggal Altanta Tarigan SH bersama puluhan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani.
Hingga berita ini diterbitkan,belum ada kejelasan terkait pemeriksaan UD Pupuk Desa Durin Tonggal,Kecamatan Pancur Batu,baik dari Tim KPPP,Dirrektorar Kriminal Khusus Polda Sumut,maupun Kejaksaan RI.(Tim)